Fungsi Seni Rupa dan Strukturnya
1. Lingkup Seni
Tentang apakah seni itu sampai kini menjadi topik pembicaraan yang masih tetap menarik, dan tidak pernah habis. Seni mencakup pengertian yang sangat luas, masing-masing definisi memiliki tolok ukur yang berbeda. Definisi yang diberikan cenderung menitikberatkan pada sisi teoretis dan filosofis.
Seni bisa diartikan sebagai usaha manusia untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Bentuk-bentuk yang menyenangkan dalam arti bentuk yang dapat membingkai perasaan keindahan dan perasaan keindahan tersebut dapat terpuaskan apabila dapat menangkap harmoni atau satu kesatuan dari bentuk yang disajikan.
Seni dapat pula diartikan sebagai simbol perasaan. Seni merupakan bentuk kreasi simbolis dari perasaan manusia. Bentuk-bentuk simbolis dari transformasi pengalaman dan bukan terjemahan pengalaman melainkan formasi pengalaman emosionalnya yang bukan dari pikirannya semata.
a. Seni dan ekspresi
Memahami Kesenian itu berarti menemukan sesuatu gagasan atau pembatasan yang berlaku untuk menentukan hubungan dengan unsur nilai dalam budaya manusia. Kita harus memastikan diri bahwa tafsiran kita tentang kesenian itu adalah mampu menggambarkan kelengkapan dan keragaman yang ada di dalamnya. Ukuran kesenian itu tidak dapat ditentukan dengan metode apriori, seperti juga tak seorang pun dapat menemukan tujuan hidupnya, lepas dari proses hidup kepada apa yang harus dilakukan.
Perbatasan tentang seni adalah sasaran akhir dan bukan titik pijak, tetapi kita perlu menentukan medan yang harus kita lakukan terhadap hasil pengamatan-pengamatan sementara sebelum menemukan batasan yang mapan. Meskipun karya seni itu merupakan ungkapan, namun sebaliknya bahwa setiap ungkapan bukanlah suatu yang sebenarnya. Ekspresi atau ungkapan estetika itu merupakan cabang psikologi sepanjang yang dipelajari dengan metode objektif.
Teori kesenian dapat berpengaruh baik pada proses cipta, namun bukan berarti bahwa seorang yang memiliki teori kesenian itu mampu mengungkapkan ke dalam karya seni. Tujuan ungkapan seni dibuat dan dinilai untuk dirinya sendiri, untuk keperluan lain, dan kita selalu akrab dengannya, dan kita sengaja membuatnya dan merenunginya. Seni sebagai ekspresi merupakan hasil ungkapan batin seorang seniman yang terjabar ke dalam karya seni lewat medium dan alat.
Dialog karya seni dan penghayatnya sangat dibutuhkan selama kehadiran karya seni masih dibutuhkan oleh manusia. Terjadinya dialog antara seniman, penghayat, dan karya seni, maka seni merupakan ekspresi sekaligus sebagai alat komunikasi.[...]
1. Lingkup Seni
Tentang apakah seni itu sampai kini menjadi topik pembicaraan yang masih tetap menarik, dan tidak pernah habis. Seni mencakup pengertian yang sangat luas, masing-masing definisi memiliki tolok ukur yang berbeda. Definisi yang diberikan cenderung menitikberatkan pada sisi teoretis dan filosofis.
Seni bisa diartikan sebagai usaha manusia untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Bentuk-bentuk yang menyenangkan dalam arti bentuk yang dapat membingkai perasaan keindahan dan perasaan keindahan tersebut dapat terpuaskan apabila dapat menangkap harmoni atau satu kesatuan dari bentuk yang disajikan.
Seni dapat pula diartikan sebagai simbol perasaan. Seni merupakan bentuk kreasi simbolis dari perasaan manusia. Bentuk-bentuk simbolis dari transformasi pengalaman dan bukan terjemahan pengalaman melainkan formasi pengalaman emosionalnya yang bukan dari pikirannya semata.
a. Seni dan ekspresi
Memahami Kesenian itu berarti menemukan sesuatu gagasan atau pembatasan yang berlaku untuk menentukan hubungan dengan unsur nilai dalam budaya manusia. Kita harus memastikan diri bahwa tafsiran kita tentang kesenian itu adalah mampu menggambarkan kelengkapan dan keragaman yang ada di dalamnya. Ukuran kesenian itu tidak dapat ditentukan dengan metode apriori, seperti juga tak seorang pun dapat menemukan tujuan hidupnya, lepas dari proses hidup kepada apa yang harus dilakukan.
Perbatasan tentang seni adalah sasaran akhir dan bukan titik pijak, tetapi kita perlu menentukan medan yang harus kita lakukan terhadap hasil pengamatan-pengamatan sementara sebelum menemukan batasan yang mapan. Meskipun karya seni itu merupakan ungkapan, namun sebaliknya bahwa setiap ungkapan bukanlah suatu yang sebenarnya. Ekspresi atau ungkapan estetika itu merupakan cabang psikologi sepanjang yang dipelajari dengan metode objektif.
Teori kesenian dapat berpengaruh baik pada proses cipta, namun bukan berarti bahwa seorang yang memiliki teori kesenian itu mampu mengungkapkan ke dalam karya seni. Tujuan ungkapan seni dibuat dan dinilai untuk dirinya sendiri, untuk keperluan lain, dan kita selalu akrab dengannya, dan kita sengaja membuatnya dan merenunginya. Seni sebagai ekspresi merupakan hasil ungkapan batin seorang seniman yang terjabar ke dalam karya seni lewat medium dan alat.
Dialog karya seni dan penghayatnya sangat dibutuhkan selama kehadiran karya seni masih dibutuhkan oleh manusia. Terjadinya dialog antara seniman, penghayat, dan karya seni, maka seni merupakan ekspresi sekaligus sebagai alat komunikasi.[...]


